Berkabarnews.com, Inhu - Upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) terus menunjukkan perkembangan positif. Setelah berlangsung selama 42 hari, penanganan Karhutla kini telah mencapai 80 persen. Saat ini tim gabungan fokus melakukan pendinginan untuk memastikan sisa titik api benar-benar padam.
Bupati Indragiri Hulu Ade Agus Hartanto menyampaikan apresiasi atas dukungan dan keterlibatan langsung Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan dan Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo dalam penanganan Karhutla di wilayah tersebut.
"Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas dukungan Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Heryawan, serta Pangdam XIX/Tuanku Tambusai, Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo, yang turun langsung ke lapangan hingga upaya pemadaman ini membuahkan hasil," ujar Ade Agus Hartanto di Rengat, Senin (14/9/2026).
Ia mengatakan, Karhutla di Kabupaten Inhu telah berlangsung selama 42 hari. Salah satu lokasi yang membutuhkan waktu penanganan cukup lama berada di Desa Sungai Guntung Hilir, Kecamatan Rengat, yang berbatasan langsung dengan kawasan Suaka Margasatwa (SM) Kerumutan.
Menurut Ade, arahan dan peninjauan langsung dari Kapolda Riau serta Pangdam XIX/Tuanku Tambusai membuat penanganan di lapangan menjadi lebih terarah dan solid.
Penanganan dilakukan secara bersama-sama oleh tim gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, BPBDPKP Inhu, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api (MPA), pihak perusahaan, serta masyarakat setempat.
"Semangat gotong royong sangat terasa dalam menghadapi bencana ini. Budaya gotong royong seperti ini kami harapkan dapat terus dipertahankan di tengah masyarakat," katanya.
Meski penanganan telah mencapai 80 persen, Pemkab Inhu mengingatkan masyarakat agar tetap waspada. Pasalnya, potensi curah hujan di wilayah Inhu diproyeksikan masih rendah dalam beberapa pekan ke depan sehingga risiko terjadinya Karhutla susulan masih cukup tinggi.
Sebagai langkah antisipasi, Pemkab Inhu telah menginstruksikan para camat, kepala desa, dan lurah untuk segera mendirikan Posko Tanggap Darurat Karhutla di wilayah masing-masing.
"Ini adalah tugas dan tanggung jawab kita bersama agar kejadian Karhutla tidak terulang kembali," tegas Ade. **/iin
Komentar Anda :